Wednesday, February 02, 2005

bunda... maafkan aku atas semua salahku
terima kasihku tak bertepi kepadamu,
dirimu telah merawatku-mem'bentuk masa depanku hingga kini
bunda,
begitu deras alir keringatmu dan desah napasmu kala meng-hidupiku
semakin mengalir airmata-mu kala 'hanya' mendengar keluh kesahku
kau selimuti daku kala merasa dingin,
kau korbankan segalanya demi anakmu ini

bunda, ...ampuni aku
ampuni bila aku menjadi penyebab mengalirnya tetes air matamu
ampuni aku bila engkau sempat dongkol padaku
ampuni aku bila belum sempat membalas semua rasa kasihmu
ampuni aku bila tak mampu membahagiakanmu

Ya Allah, ampuni segala dosa bundaku
ampuni segala kesalahan orang tua-ku
Lipatgandakan pahala mereka atas kasih sayangnya pada kami
tempatkan mereka berdua di tempat yg terindah disisiMu
sayangilah mereka berdua Ya Allah !!
Berikanlah kami kesempatan untuk berkumpul ditempat yg terindah di singasana-Mu
Mampukanlah kami utk selalu beribadah pada-Mu
Ya Allah,...berikanlah yg terbaik bagi kami semua. Amin

Monday, December 13, 2004

Forum Penanggulangan Performa FO HPBB

wah, proses bisnis pengelolaan kantorku ini kaya' apa-an ?? kok, kurang bermutu..
atau hanya diriku saja yg terlalu berharap tinggi,padahal kedudukan-ku hanya seperti ini.
Bermula dari undangan rapat untuk pembekalan petugas site TKWT, (suatu ide yg efisien utk menanggulangi gangguan yg selama ini timbul sekalian 'mencari muka' kepada atasan di divisi LD sono) maka berkumpullah dedengkot RO ini untuk menunjukkan 'pesona-nya' kepada temans TKWT.
Diriku yg 'tertunjuk' sbg salah satu pemberi materi kpd rekans TKWT, berusaha memberi yg terbaik kpd keseluruhan peserta. Persiapan materi pembekalan untuk keberanian petugas patroli dlm mengambil keputusan,ide & kreatifitas, dan file kubuat agar dapat di'share' bagi rekans semua.
Waaah,...ternyata audience-nya tertarik dan berani untuk ber-argumentasi demi kebaikan bersama. Terima kasih rekans TKWT semuanya!!
Yg agak menimbulkan kekecewaan bagi diriku adalah respons dari (justru) karyawan sendiri, sepertinya malah berusaha menunjukkan perbedaan kesepahaman dlm mengelola network elemen ini.Hal ini (parahnya) tertampak kepada rekans TKWT sehingga menimbulkan kesan yg kurang baik. Semoga mereka dapat memahami dg bijak permasalahan yg sebenarnya tidak perlu mereka lihat...

Semoga contoh yg kuanggap baik dari diriku, dapat bermanfaat bagi rekans.
Semoga yg jelek dari pertemuan ini tidak merusak diriku dan rekans.
Semoga ......



Thursday, November 11, 2004

Ramadhan 1424 H

wuiiih, sedih juga nih di ramadhan kali ini...
dari awal ramadhan sudah ada perintah utk meninggalkan rumah, pertengahan ramadhan harus melaksanakan maintenance tahunan radio, akhir ramadhan masih juga dibelit training..
alhasil, demi menjaga mental...aku mau cutah aja dulu...

ooops! ternyata cutah-ku tertunda utk di ijinkan sehingga semestinya aku standby di kantor, mengamati peran dan aksi rekan kerja
Semoga di ramadhan kali ini Allah SWT rela memaafkanku, mengampuniku dan meridloi 'lemahnya' ibadahku.
Semoga di bulan ramadhan dan syawal 1425 ini, Beliau tidak memberiku cobaan yg kurasa berat...,

terima kasih Ya Allah.

Saturday, October 23, 2004

Maintenance tahunan GMD

ah, dah lama rasanya aku ga nyentuh tombol-2 spec'an,power meter,drts dan ngelus power sensor.(biasanya dolo aku amat hati-2 ama benda sensor yg 'low' ini)
Sekarang, ramadhan 2004, kudu maintenance tahunan-perbaikan performansi-atau apalah judulnya;aku malah kudu sahur & buka, keliling site microwave ngoprek perangkat yg 'menyebalkan' ini. gosh,...untung masih ada sepercik memori utk mengingat semua prosedur pengukuran dan analisa perangkat GMD!
Nah, mo kubagi setting utk pengesetan pd pengukuran Group Delay:
frek = 70 MHZ,... span = 30 MHz,... baseband frekuensi = 500 kHz
power output = 0 dB,... fm deviasi = 200 kHz
nah, waktu ngoprek modul receiver-nya jangan lupa utk setting :
Gain/amplifier setting auto menjadi manual, dan diset (+/- :coarse/fine) utk mencapai level input antara -10 dB -- -11 dB
Kemudian setting diversitinya dari ON menjadi OFF (semua prosedur pd modul dilakukan melalui PCD ALcatel)

Lalu kalo nilai-nya tidak mendekati spec, maka perlu dilakukan pengesetan pd 4 lobang di depan modul RX itu.


udah deh,..sekilas info aja biar ga lupa

Wednesday, April 14, 2004

Atasan yg di damba...

Terlalu sulit menjadi atasan yg disenangi dan disegani oleh begitu banyak anak buah. Untuk itu terkadang mereka menjalankan kebijakan yg populis hanya untuk mendapatkan dukungan dan rasa hormat dari anak buahnya, walau sesaat. Terkadang juga membuat kebijakan yg seolah-olah memberi 'shock therapy' bagi bawahan, namun bukannya anak buahnya yg mengalami shock.....tapi dia sendiri yg terhenyak mendapati kenyataan respons bawahan yg semakin apatis dan berani menentang kebijakannya yg tidak bertujuan benar.
Memang kalaulah kita bekerja untuk mengejar kedudukan,jabatan dan kehormatan; maka segala upaya kita lakukan agar org lain menghargai jabatan dan kedudukan kita ini. Sehingga terkadang harga diri kita korbankan untuk menjadi budak bagi tujuan kita menyenangkan atasan. Terkadang pula kita korbankan anak buah dg memeras segala ide dan kemampuannya untuk melayani kita tanpa memperhitungkan semua upaya pengorbanannya demi tujuan diri sendiri. (dg anggapan bahwa anak buah kita memiliki metoda yg sama bahwa harga diri + waktu untuk keluarganya akan dikorbankannya untuk menjadi budak demi melayani atasannya)
Sekali-kali tidaklah demikian!! Masing-masing diri kita memiliki pilihan untuk menempuh hidup dan karir, tak perduli saat ini berkedudukan sebagai apa. Bukankan lebih menyejukkan bila segala metode yg ditempuh dalam meniti karir memberi keuntungan pada kedua belah pihak ?
Bukankah lebih menenangkan bila prestasi yg didapat bersumber dari kegembiraan yg dilakukan dlm bekerja dan bekerja sama ?
Terbaca dalam salah satu ide : Atasan yg dirindukan rekan sekerja-nya
rekan sekerja termasuk disini bawahannya, rekan yg se-level dg-nya, bahkan yg saat ini adalah atasannya
kriteria agar dirindukan adalah :
- dia memiliki ide untuk pengembangan kondisi pekerjaan bagi sistem di lingkungannya
ide idenya selalu segar dan berpihak kpd lingkungan terdekatnya dan bawahannya, bukan semata-mata hanya untuk mengejar kedudukan dan simpati dari atasannya.Namun dg idenya itu yg tentunya dg senang hati akan dilaksanakan oleh anak buahnya akan berbuah menuju kebaikan bagi sistem kerja-nya! Bukannya hanya selalu menuntut agar anak buahnya mencetuskan ide dan melaksanakan semua idenya itu. Sementara dirinya sendiri hanya menilai dan mengamati, bahkan tidak memudahkan proses kerja anak buahnya dalam me-realisasikan idenya tsb
- dia memberi kepercayaan penuh kpd anak buahnya untuk melaksanakan tugas
kepercayaan yg diberikan sbg atasan adalah amanah, shg tidak perlu dipegang erat-erat seolah takut kehilangan jabatan. Layaknya sebuah sholat berjamaah, bila imam yakin dirinya telah suci dan mempunyai kemampuan memimpin .. waktu beribadah telah mulai. Dan saat dia mulai memimpin sholat, dia percaya (tanpa menengok kebelakang dan kesamping) bahwa makmum-nya akan mengikuti semua yg dilaksanakannya...bahkan meng-amin-i doa-doanya!
Dan bila dia terlena akan bacaan surat-surat, makmumnya akan meng-ingatkannya dan mengkoreksi agar tercapai kesempurnaan dlm ibadah..
Bukankah hal itu adalah irama yg indah dlm mengejar prestasi kerja ??

============================
to be tokinyut.....

Monday, April 12, 2004

INVESTIGASI RADIO TRANSUM-2 , PEKANBARU-SIMPANGKELAYANG

I. LATAR BELAKANG

· GMD TRANSSUM-2 link Pekanbaru – Simpang Kelayang sering mengalami gangguan yang menyebabkan perpu.
· ADM di lokasi Pekanbaru, sering mengalami gangguan di tingkat port (E1) yang terjadi secara acak.


II. MAKSUD DAN TUJUAN

· Melakukan investigasi dan penanggulangan gangguan GMD TRANSSUM-2 link Pekanbaru - Simpang Kelayang.
· Melakukan pendataan spare modul yang masih baik dan yang rusak.

IV. LANGKAH KERJA


1. STATION PEKANBARU
· Di station Pekanbaru, tim melaksanakan meter reading dan pengukuran sesuai format yang telah ada.
· Disamping meter reading dan pengkuran, tim juga melaksanakan BER tes (loop back di repeater station dan dilakukan BER tes di station Pekanbaru).
· Dari hasil pengukuran, terdapat beberapa kendala, yaitu modul HSW (switching) terkadang hang, sehingga proses switching tidak bisa dilakukan. Dan baru berhasil apabila di reset modul HSW.
· Secara umum station pekanbaru dalam kondisi baik.



2. STATION PANGKALAN BARU

· Melakukan meter reading dan pengukuran sesuai dengan data terlampir.
· Dari hasil pengukuran dan meter reading ini diperoleh kelainan : output transmitter kanal 0 (Tx-0) arah Pangkalan Kerinci mempunyai level output -4,53 dBm (seharusnya +32 dBm). Untuk itu dilakukan penggantian Tx-0, sehingga diperoleh level output +32.22 dBm.
· Dari hasil pengukuran juga diperoleh adanya carrier liar dari modul MODULATOR kanal 4 arah E/W. Untuk itu dilakukan penggantian modul MODULATOR REPEATER kanal 4 arah E/W. Penggantian modul ini, berhasil dilakukan, dan menghasilkan kualitas spektrum yang baik (sesuai spesifikasi teknis).
· Mengingat koordinasi melalui Order Wire (OW) dari Pangkalan Baru sering mengalami kendala, karena rusaknya handset OW, maka tim juga melakukan perbaikan OW, dengan cara mengganti handset bawaan Alcatel dengan pesawar telepon merk Panasonic.
· DEMODULATOR kanal 4 station Pangkalan Baru dari Pekanbaru juga mengalami hang secara intermitten dengan waktu yang acak. Dalam sehari hanya muncul sekali selama 2 menit. Untuk sementara, solusinya adalah mereset modul DEMODULATOR tersebut, karena spare DEMODULATOR REPEATER yang ada dalam kondisi rusak.
· Melakukan loopback ditingkat baseband, untuk dilakukan pengukuran BER di station Pekanbaru.
· Hasil BER tes baik, sehingga hop Pangkalan Baru – pekanbaru dinyatakan tidak ada masalah.


3. STATION PANGKALAN KERINCI

· Melaksanakan meter reading dan pengukuran sesuai dengan format yang telah disediakan.
· Dari hasil tersebut diperoleh output transmitter (Tx-0) arah Sorek mengalami gangguan (level output mengalami drop).
· Mengingat link Pekanbaru – Simpang Kelayang sangat rawan (hop dan section sangat panjang), maka tim berinisiatif memakai Tranmitter kanal 0 (Tx-0) dari station Air Molek arah Rengat.
· Pertimbangan ini diambil mengingat hop dan section Air Molek – Rengat sangat pendek, sehingga tidak mempengaruhi performansi secara global.
· Mengingat koordinasi melalui Order Wire (OW) dari Pangkalan Baru sering mengalami kendala, karena rusaknya handset OW, maka tim juga melakukan perbaikan OW, dengan cara mengganti handset bawaan Alcatel dengan pesawar telepon merk Panasonic.


4. STATION SOREK

· Melaksanakan meter reading dan pengukuran sesuai dengan format yang tersedia.
· Dari hasil pengukuran diperoleh data bahwa output receiver kanal 1 (receive dari Air Hitam) tidak normal. Hasil pengukuran dari Spectrum Analyzer menunjukkan bahwa ouput receiver kanal 1 (ouput Rx-1) dari Air Hitam muncul spektrum sinyal tambahan di sisi kiri (carrier liar).
· Mengingat tidak mempunyai spare modul RECEIVER diversity, maka tim mencoba mengukur BER tes di modul DEMODULATOR (menggunakan PCD). Dari hasil ini diperoleh data bahwa data masih normal, belum mempengaruhi performansi secara global.
· Mengingat adanya carrier liar ini, maka perlu diadakan pengamatan yang lebih teliti dalam jangka waktu yang panjang. Dan apabila spare modul sudah tersedia, tim merekomendasikan untuk mengganti modul receiver diversity kanal 1 tersebut.



5. STATION AIR HITAM

· Di Air Hitam, tim melaksanakan meter reading dan pengkuran sesuai dengan format yang telah tersedia.
· Dari hasil pengukuran tersebut tim tidak menemukan besaran-besaran yang diluar spesifikasi teknis. Semuanya masih dalam range spesifikasi yang telah ditentukan.


6. STATION SIMPANG KELAYANG

· Di station Simpang kelayang, tim menemukan TRANSMITTER kanal 3 arah Air Molek (Tx-3 facing Air Molek) dalam kondisi alarm. Setelah diadakan pengukuran, output transmitter tersebut mengalami drop, yaitu hanya sebesar -6,53 dBm.
· Tim mengadakan penggantian modul TRANSMITTER tersebut, dari modul spare yang telah tersedia. Hasil pengukuran output transmitter ini adalah +32,20 dBm.
·


V. KESIMPULAN DAN SARAN

1. KESIMPULAN
a. Dari hasil investigasi ini, GMD TRANSSUM-2 section Pekanbaru – Simpang kelayang dalam kondidi normal kembali (4+1).
b. Beberapa modul yang harus dalam pengamatan lebih lanjut adalah RECEIVER DIVERSITY kanal 1 station SOREK facing AIR HITAM dan DEMODULATOR REPEATER kanal 4 arah W/E station PANGKALAN BARU.

2. SARAN

a. Untuk meningkatkan performansi GMD TRANSSUM-2, hendaknya disediakan modul-modul yang sangat rawan rusak, yaitu TRANSMITTER, RECEIVER, MODULATOR dan DEMODULATOR.
b. Alat ukur berupa PCD untuk lokasi PEKANBARU hanya mempunyai 1 (satu) buah. Sehingga apabila akan melaksanakan trouble shooting gangguan secara tim, akan mengalami kesulita. Untuk, itu sebaiknya untuk lokasi Pekanbaru idealnya mempunyai 3 buah PCD (kurang 2 buah lagi).
c. Mengingat investigasi yang telah dilaksanakan hanya bersifat trouble shooting ringan, sebaiknya dilaksanakan pemeliharaan tahunan, mengingat link sudah beroperasi 4+1 dan siap untuk dilaksanakan pemeliharaan tahunan.
d. Perlu pengamatan pd ADM, sebab ADM adalah user dari radio, sehingga bila fungsi ADM berhasil baik maka permasalahan telah dapat diatasi dg baik


BTS pada aplikasi telepon selular !

Pendahuluan: Pertumbuhan fixed telepon yg dikelola PT TELKOM dianggap telah mengalami penurunan sehingga perlu menengok teknologi baru untuk dapat melayani pelanggan. Penetrasi layanan Telekomunikasi Indonesia yg masih rendah dibanding negara lain (bahkan untuk tingkat ASEAN sekalipun) memicu pemikiran untuk memberikan layanan alternatif yg dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dan tuntutan pemerintah agar dapat mengejar ketertinggalan dalam bidang layanan telekomunikasi .

Faktor pendorong perkembangan Telekomunikasi Selular
Faktor TEKNOLOGI, pd fixed telephon
1. Kurangnya dukungan untuk pengembangan fasilitas layanan baru
2. Keterbatasan penambahan kapasitas dan biaya yg mahal
3. Berbasis teknologi circuit switching, yg kurang mendukung IP
4. Biaya O&M yg mahal pd jaringan kabel

Faktor BISNIS
1. Biaya CAPEX dan OPEX yg lebih rendah
2. Munculnya tambahan pendapatan pd layanan aplikasi baru (SMS,MMS..)
3. Mudah dan cepatnya penambahan layanan baru
4. Kemudahan mobilitas

Teknologi Telekomunikasi Selular

Sistem multiple acces
definisi : cara membagi sumberdaya yg diberikan (frekuensi,waktu, kode) kepada sejumlah pengguna
terdapat 3 jenis multiple acces :
FDMA /Frekuensi Division MA
TDMA/ Time Division MA
CDMA/ Code Division MA

Sistem dupleksi
definsi : pemanfaatan sumberdaya yg diberikan untuk melakukan transmisi Uplink (dari mobile equipment ke base station) dan downlink (dari base station ke mobile equipment)
terdapat 2 jenis dupleksi :
FDD / frekuensi division duplex
TDD / time division duplex

Sedangkan kombinasi multiple akses dan duplexing yg dipakai oeleh operator selular adalah sebagai berikut :
GSM : FDMA + TDMA dg FDD
CDMA-2000 : FDMA + CDMA dg FDD

Sistem selular melakukan kombinasi tsb diatas adalah untuk berfokus pada jumlah kapasitas kanal dalam satu sel, sehingga semakin banyak kanal yg didapat maka semakin banyak pula jumlah pelanggan yg dapat on-air dalam waktu bersamaan. Dan tentunya dengan mempertimbangkan berapa GOS yg diinginkan oleh sistem tersebut!

Sistem GSM
Parameter standar GSM
1. Alokasi frrekuensi pd sistem 900 MHz dan 1800 MHz
2. Lebar bandwith carrier = 200 kHz
3. Jumlah time slot per carrier TDMA = 8
4. Alokasi time slot = 577 mikro second

contoh kapasitas kanal sistem GSM
Ijin alokasi bandwith frekuensi = 1.25 MHz
BW Carrier = 200 kHz
Jumlah time slot/carrier = 8, sehingga:
Jumlah alokasi pasangan frekuensi = 1250/200 = 6.25 (pembulatan = 6 )
Jumlah assign kanal = jumlah pasangan frek X jumlah time slot = 6 X 8 = 48 assign kanal
Jumlah sektor per sel : 3
Sehingga jumlah user = 48 X 3 = 144 user

Keterbatasan yg dimiliki oleh sistem GSM adalah jumlah frekuensi yg dapat digunakan, sebab pengulangan pemakaian frekuensi hanya dapat dilakukan minimal pd 7 sel cluster.
Sistem CDMA
Parameter standar GSM
1. Alokasi frrekuensi pd sistem 900 MHz dan 1800 MHz
2. Rate sinyal = 9600 kbps
3. BER Minimal utk voice application < 10-3

Hal utama yg menjadi fokus pada sistem CDMA adalah power receive yg diterima oleh receiver Base Station dari mobile equipment harus sama.
Kemudahan pada sistem ini adalah tidak diperlukan penjatahan frekuensi / cell planning sebab masing-masing user ditandai dg code yg dipancarkan oleh base station.
Namun adanya variasi jarak dan pergerakan dari mobile equipment ke arah base station mempengaruhi konsumsi power yg digunakan oleh base station. Hal inilah yg memunculkan fenomena bahwa semakin banyak user yg ‘on air’ pd satu area maka coverage dari base station tersebut akan mengecil untuk mempertahankan traffik yg timbul dari mobile equipment ke base station
Untuk pengelolaan power sinyal dan urutan code yg digunakan dlm sistem, terdapat mekanisme spreading dan despreading sinyal sehingga sinyal utama dapat diterima dengan baik oleh user
Untuk parameter yg sama (pd contoh sistem GSM) dengan hanya menggunakan 1 carrier CDMA maka didapatkan sejumlah 130 user

Dalam kedua perhitungan diatas, tidak memperhitungkan frekuensi reuse

Apabila memperhitungkan frekuensi reuse; (Efiesiensi frekuensi reuse GSM = 0.14 ; sedangkan CDMA = 0.65)
Bila kita bandingkan perhitungan user per sel pd parameter yg sama (BW = 5 MHz, sektor/sel = 3) sementara jumlah carrier frekuensi berbeda ( CDMA = 4, GSM = 25)
maka didapatkan jumlah user efektif, GSM = 85 user per sel dan CDMA = 340 user per sel. Terlihat betapa efisien-nya sistem CDMA dibanding sistem GSM dalam hal melayani jumlah user

Kesimpulan
1.Pada sistem GSM dalam pengelolaan sel-nya terbatas pd frekuensi sehingga diperlukan frekuensi re-use untuk menghemat bandwith yg diberikan
2.Pada sistem CDMA menggunakan code re-use yg formulanya telah distandarisasi
3.Pemakaian power pd sistem CDMA berkorelasi lurus dg luasnya daerah cakupan, sehingga bila pd 1 sel terdapat banya user yg aktif maka cakupan sel akan mengecil dan sebaliknya



Info :

CAPEX = capital expense, biaya-biaya yg timbul untuk pengadaan asset
OPEX = operational expense, biaya yg timbul dalam O&M asset yg ada
GOS = grade of service, tingkat layanan yg diinginkan. Mis GOS = 2 % maka diinginkan sistem hanya menolak traffik pembicaraan sebesara 2 % dari total traffik yg terjadi.
Frekuensi re-use = pemakaian ulang frekuensi yg sama untuk menghemat jatah alokasi frekuensi yg diberikan oleh regulator/pemerintah
Spreading = proses perkalian sinyal, sinyal utama dengan coding
Despreading = proses perkalian sinyal dengan coding semula, sehingga interferensi dapat diminimalisasi untuk mendapatkan sinyal awal

Di lokasi DKI, frekuensi yg digunakan untuk layanan FLEXY adalah 1800 MHz. Sedangkan diluar itu adalah 900 MHz, hal ini disebabkan frekuensi 900 MHz di DKI sudah dimiliki ijinnya secara keseluruhan oleh group RATELINDO.

-diskusi yg menarik, ditunggu oleh penulis untuk meningkatkan pengetahuan kita bersama-